DuaPena menemani menyusun kerangka, menjaga benang cerita, dan merapikan naskah — tetapi kalimat terakhir selalu keputusan penulisnya.
Mulai menulis
oleh Aryatama Anshari
Empat puluh hari setelah ibunya dimakamkan, Ranti pulang ke rumah masa kecilnya di Ngadirejo untuk menjualnya. Rumah itu terlalu bersih. Nasi di penanak masih hangat. Sajadah lembap di bagian lutut. Tidak ada yang menampakkan diri — yang tersisa adalah kebiasaan. Ibunya punya urutan pekerjaan yang tidak pernah dilanggar selama tiga puluh tahun, dan urutan itu masih berjalan tanpa pelakunya. Ranti mula-mula ketakutan, lalu marah, lalu mengerti bahwa urutan itu bukan menghantuinya: ia sedang menunggu diteruskan.

oleh Aryatama Anshari
Seorang anak dari belitung yang ingin meraih mimpi lalu bertemu dengan setan dan memiliki kekuatan iblis